CINTA DAN WAKTU
Disuatu pulau kecil,
yang tentram, damai dan permai, tinggallah sekelompok abstrak dengan nama Cinta,
Kekayaan, Kegembiraan, Kesedihan, Kecantikan dan Waktu. Mereka hidup
berdampingan dan bertetangga dengan sangat baik.
Suatu ketika, tiba-tiba dipulau yang tentram itu diterjang
badai yang sangat dahsyat dan mengerikan. Semua panic dan masing-masing
berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Cinta sangat kebingungan. Ia tidak
bisa berenang dan tidak punya perahu. Sementara itu air semakin lama semakin mentenggelamkan.
Cinta berusaha mencari pertolongan.
Tak lama kemudian cinta melihat kekayaan membawa perahu,
cinta berteriak “kekayaan…kekayaan !!....tolong aku,,”..Aduh !..ma’af cinta,
perahuku telah penuh dengan harta bendaku, Jadi tidak ada tempat lagi untukmu
cinta, aku takut perahuku tenggelam”. Kekayaan pun pergi meninggalkan cinta
sendirian. Cinta sedih.
Tidak lama kemudian, tiba-tiba kelihatan kegembiraan lewat
juga dengan perahunya. Cinta berteriak
..”kegembiraan…kegembiraan…kegembiraaaaann !!!.....”. cinta terus-terusan
berteriak, tapi kegembiraan tidak mendengarnya, karena kegembiraan sangat
gembira. Cinta tertinggal lagi, bersedih.
Dengan waktu tidak lama, lalu cinta melihat kesedihan
lewat, dengan perkataan yang sama, cinta berteriak memanggil kesedihan.
“kesedihan…kesedihan……tolong aku, aku hamper tenggelam.”..kesedihan menjawab.
Ma’af cinta, aku sedang sedih, aku tidak ingin ada orang disekitarku.
Cinta sangat sedih sekali, ditengah kesedihannya, tiba-tiba
muncul kecantikan. Cinta tersenyum dan sangat berharap kecantikan mau
menumpanginya. Cinta berteriak dan menangis tersedu-sedu, “….kecantikan
tolonglah aku bawa bersamamu”..”aduh cinta, kamu basah dan kotor, aku tidak mau
manumpangimu, aku takut kotor”.
Cinta sangat sedih sekali, pada saat yang sama, air tidak
henti-hentinya mulai mentenggelamkan kampung halaman. Cinta tidak punya harapan
untuk hidup, cinta mulai tenggelam.
Pada saat kondisi sudah kritis, tiba-tiba terdengar suara
yang datang dengan secara tiba-tiba dan memanggil “cinta….cinta…cinta…cepat
naik dan pegang tanganku”…cinta tidak berdaya dan tidak bisa berbicara, dengan
kelelahan cinta naik kedalam perahu dan tidak sadarkan diri.
Dipulau terdekat, cinta diturunkan. Setelah tersadar, cinta
bertanya-tanya, “siapa yang menyelamatkan aku,,,siapa yang membawa aku kemari
,,?..”. tiba-tiba melintas seseorang, lalu cinta bertanya,,”pak maaf, siapa
yang menyelamatkan saya tadi, aku tidak mengenalnya, tapi mengapa dia
menyelamatkan aku, bahkan teman-teman dekatku pun tidak memperdulikan aku ?..”.
orang itu menjawab,,,”nak, yang tadi itu ialah Waktu”…..
Sahabat, hanya waktu yang
mengerti cinta, tapi kadang cinta tidak pernah mengenal waktu, sehingga cinta
berantakan, menangis bahkan menimbulkan pembunuhan.
Naungi cinta kita dengan waktu, waktu selalu sabar dan
pasti memberikan yang terbaik, dengan catatan besarkan KESABARAN.
Cinta yang tumbuh sekarang, insyaAllah, dengan seiizin-Nya
akan tumbuh dan berbuah Syurga. Amin.
Meskipun kadang-kadang cintamu cuek dan acuh. insyaAllah
cuek dan acuh tersebut menjadi jalan untuk aku mengenalmu lebih dalam dan
memperkuat tali kesabaran dan membukakan pintu Syurga untuk kita…amin De’.
All….aminkan ye…he.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar