Selasa, 11 Desember 2012

ACTION


ACTION
Malam pertama pernikahan, sepasang pengantin baru malu-malu ketika satu ranjang dalam kamar. Maklumlah, keduanya masih belum pernah pacaran, bisa dikatakan mereka pacaran sesudah mendapat izin dari orang tua dan agama “. Keduanya malu-malu dan mulai berbisik-bisik.
“Dik, boleh ngga’ mas megang tanganmu”..Si suami memberanikan diri untuk mulai bersuara.
“Hmmm…boleh, Mas. Kitakan sudah nikah”.. sahut Si istri dengan suara agak grogi dan gemetar.
Si suami tersenyum dan senang, ia lalu kembali bertanya kepada Si istri, “kalo megang rambutmu”?...
“Ya bolehlah, Mas. Kitakan sudah menikah”..
“kalau megang pipi?’’..
“Mas, kita ‘kan sudah menikah. Semua bolehlah”.. tukas Si istri agak tidak sabaran.
Si suami mulai berpikir ngeres. Kali ini Si suami nekad kembali bertanya,,”kalau megang yang itu”…
Mendengar kalimat yang terakhir, Si istri langsung bangkit dari tempat tidurnya, menghardik dan marah marah sambil berkata “Mas dari tadi ngomong terus, kapan Actionnya”..!!!....
Hahahaha….anda tertawa, saya sarankan tertawalah. Tapi jangan berlebihan. Enter kemasukan lalat lho.. o o oooo, jangan ngeyer ya..ngga’ boleh..kwkw.
“Only Talk, No Action”. Sering kita jumpai hal demikian, selalu berbicara, tapi takut untuk bertindak, atau  menyampaikan bukti, takut untuk membuktikan, surplus janji, defisit bukti.