ACTION
Malam pertama pernikahan, sepasang pengantin baru
malu-malu ketika satu ranjang dalam kamar. Maklumlah, keduanya masih belum pernah
pacaran, bisa dikatakan mereka pacaran sesudah mendapat izin dari orang tua dan
agama “. Keduanya malu-malu dan mulai berbisik-bisik.
“Dik, boleh ngga’ mas megang tanganmu”..Si suami memberanikan diri untuk mulai bersuara.
“Hmmm…boleh, Mas. Kitakan sudah nikah”.. sahut Si
istri dengan suara agak grogi dan gemetar.
Si suami tersenyum dan senang, ia lalu kembali
bertanya kepada Si istri, “kalo megang rambutmu”?...
“Ya bolehlah, Mas. Kitakan sudah menikah”..
“kalau megang pipi?’’..
“Mas, kita ‘kan sudah menikah. Semua bolehlah”.. tukas
Si istri agak tidak sabaran.
Si suami mulai berpikir ngeres. Kali ini Si suami nekad kembali bertanya,,”kalau megang
yang itu”…
Mendengar kalimat yang terakhir, Si istri langsung
bangkit dari tempat tidurnya, menghardik dan marah marah sambil berkata “Mas dari tadi ngomong terus, kapan
Actionnya”..!!!....
Hahahaha….anda tertawa, saya sarankan tertawalah. Tapi
jangan berlebihan. Enter kemasukan lalat lho.. o o oooo, jangan ngeyer ya..ngga’ boleh..kwkw.
“Only
Talk, No Action”.
Sering kita jumpai hal demikian, selalu berbicara, tapi takut untuk bertindak,
atau menyampaikan bukti, takut untuk
membuktikan, surplus janji, defisit bukti.