Jumat, 05 April 2013

Inilah... AKU dan DIA



Kebiasaan yang sulit aku rubah ialah berantakan. Aku tahu, hal tersebut merupakan kebiasaan buruk yang ada pada diriku dan  yang bagaimanapun caranya aku harus berusaha keras untuk merubahnya. Namun subhanallah, sangat sulit sekali.
Berukuran 2x3 meter, tempat peristirahatanku dimalam hari, tempat aku menghiangkan lelah dan tempat aku membuang galau kalo’ lagi ditolak cwek waktu nembak cewek..hehehe… itulah kamar tercintaku. Kamar adalah tempat tidur, dan kamar tidak mungkin disamakan dengan dapur, apalagi jika disamakan dengan taman rumah, wah..wah…wah gawat, bayangkan disitu ada pot bunga, rerumputan, kupu-kupu, atau binatang-binatang seperti tikus, cacing, bekicot… pasti hilang situasi kamar, malah ini menjadi taman wisata..hehhe..
Mungkin banyak sedikitya begitulah keadaan kamarku, berantakan habis. Disitu tempat masak mi, tempat sepatu, lemari buku, gantungan-gantungan pakaian, jemuran ikan asin dan masih banyak lagi, ngg’ bisa disebutkan, kalau mau diabsen, bisa-bisa jadi satu buku.
Sangat buruk kan ?...meeskipun seperti itu, aku telah berusaha ko’ untuk lebih rapid an lebih baik hanya belum berhasil saja, jadi sedikit atau banyaknya, hargai donk…haH.
Selain kamar berantakan, aku juga punya kebiasaan lain yang kebanyakan mengatakn itu negatif, dan termasuk aku juga mengatakan seperti itu. aku senengnya ngayal, atau sering disebut dengan berhayal atau istilah kerennya berimajimanisasi..hahaha… ribet nyebutinnya,, imajinasi kaleeee….kwkwkkw..
Jika mau tidur, setelah baca doa seadanya, aku pejamkan mata, sambil tersenyum aku berhayal, tapi tenang saja, ini ngg’ jorok ko’..cuman dikit..kkwkkkw…
Ketika aku ingin menjadi seorang pengusaha, aku berhayal memiliki pendamping hidup yang bukan dan tidak memiliki jiwa pengusaha sama sekali, istilahnya jika aku hobby bisnis, aku tidak ingin pendampingku juga memiliki hobby bisnis, tapi ia harus menjadi penunjang my bisnis..
Ada yang member saran kepada saya,”min… kamu kan senang berbisnis, coba kalo kamu bisa berbahasa ingris, tentu binismu akan lebih maju dan cepat berkembang”… saran yang amat tersangat bagus. Tapi aku juga berpikir gini..” dalam rumah tangga, suami istri harus selalu bergandengan, selalu sejalan dan istri harus bisa melayani suami dengan baik..”jangan jorok”…. Aku memiliki jiwa pembisnis, dan hehe…saat ini bakalan pendampng hidupku bisa berbahasa inggris,, itukan merupakan sarana dari tuhan bahwa suatu saat dalam keluarga, kami harus selalu saling berdampingan… aku berbisnis keluar negeri, kenegara amerika dan mendirikan perusahaan disana. Aku yakin aku tidak lagi capek-capek mencari orang yang bisa mendampingi aku disetiap waktu untuk mengartikan pembicaraan, cukup dia “istriku”.
Selain tidak akan terjadi salah paham antara suami dan istri, juga didapatkan keharmonisan disitu, kejujuran juga pasti akan terwujut. Suami dan istri bisa sholat sama-sama, dhuha sama-sama, jika lembur dan larut malam, bisa tahajjut sama-sama. Makan sama-sama diluar, wah romantic abis, ini baru keluarga yang sakinah. Dan aku pastikan diantara kami bisa saling mengingatkan satu sama lain jika terjadi kesalah pahaman dalam bekerja ataupun dengan bawahan.
Satu lagi, jika mempunyai keturunan dari seorang ayah yang hobi bisnis dan dari seorang ibu yang bisa berbahasa inggris, kan dapet tu anak yang berjiwa bisnis dan pandai berbahasa inggris, dan au yakin inilah makna memperbaiki keturunan. Sip kan….
Ada yang bilang, ngarep lho… iya kalo anaknya gitu, kalau ayahnya tidak bisa berbahasa inggris dan ibunya tidak bisa berbisnis, anaknya bisa jadi ngg’ bisa berbahasa inggris dan tidak bisa berbisnis, inikan bukan memperbaiki keturunan, malah memperburuk keturunan…
Tenang, aku jawab gini.. kan sama-sama ngarep tu.. kalo ngarep tu jangan negative donk ah… Allah telah mengatakan lewat hadis kudsinya bahwa Dia selalu mengikuti prasangka hambanya”.. jadi ngareplah yang benar… dan jika itu memang terjadi… anak itu kan udah tinggal dikeluarga yang bisa berbahasa inggris dan berbisnis, dan kita juga tahu, orang tua itu merupakan pendukung dan factor utama dalam mendidik anak. Aku yakin, anak kami akan bisa keduanya, bisa berbahasa inggris dan bisa berbisnis.. dan satu lagi, cantik dan ganteng disatuin jadi cakep plus plus plus tu… dan meskipun hitam dan putih dari bentuk fisik orang tuanya, anaknya sekurang-kurangnya jadi abu-abu. Kan mengarah pada memperbaiki keturunan lagi tu..hahahaa…ada-ada aja.. yah namanya juga ngarep..gitulah…hehhee…

Eh, belum mandi ni, sambil masak nasi, buka laptop ngetik deh… dan sekarang nasinya udah mateng tu,,, jadi to continue ya… makan dulu…kwkwkwkw/////….
Ws..wr….wb…..

“muslimin”..”)

Senin Malamku Di Gramedia


Ahhaa… nice to see you…all, sekarang saya lagi makan wortel, besarnya lumayan dan panjangnya satu linanan orang dewasa, kali ni saya menulis bertepatan pada jarum jam menujuk diangka 10 malam atau 21.00 wiba. Hari ni hari senin, tidak terasa mala mini malam terakhir dihari senin saya. Jadi musti saya catat dan bagi. Mudahannya berguna dan bermanfaat bagi sahabat yang meluangkan waktu untuk membacanya..insyaAllah bermanfaat. Syaratnya musti dibaca sampai tuntas…ok sob…langsung saja.
Malam ni saya pergi kegramedia. Sebenarnya niat saya untuk pergi kesana sempat berhenti sejenak, kenapa ?...karena  ada masalah dikit, biasalah anak gaul dan keren, masalah pacar man, saya heran, kenapa masalah saya akan cewek itu sampai saat ini kagak tuntas-tuntas. Padahal yang saya inginkan tidak banyak, cuman dua kata ko’..yaitu “iya” emang susah banget ya untuk ngungkapin kata iya..hmmmm….padahal saya setia banget kalo’ masalah begituan, serius. .hehhe..
Jadi malam tu saya linglau…..emang, saya berpikir sepintas cewek itu emang bikin kita “cwok” hilang kesadaran, pikus, stress dan kadang bisa nekat bunuh diri, makan racun, cari tali, gantung diri..pokoknya cewek itu gimana yam au bilangnya..susah.. L.
Untuk menjadikan hal tersebut tidak merasuk pada diri saya, saya ambil kunci motor, turun rumah dan langsung pergi kegramedia. Kalo pergi kegramedia tidak ada yang saya lakuakan kecuali mencuri..hehe….mencuri bacaan. Mumpung gratisan chuy…
Mala mini tidak seperti malam biasanya..malam ini saya seakan dikawal oleh 2 orang malaykat yang membawa sebuah pedang yang tajam yang siap menghantam leher saya jika saya mencuri…saya sadar itu. Jadi pertama masuk gramed, say abaca bismillah, supaya nafsu saya terbendung.
Setelah masuk, saya  langsung menuju buku minggu lalu yang saya tidak selesai membacanya, tapi kali ini saya tidak membaca buku tersebut malainkan melihatnya sebentar dan berkata “kamu mala mini akan menjadi milikku”. hahH…
Saya melintas, seakan-akan buku itu seperti seorang wanita yang tidak pernah sama disentuh oleh kaum adam, dia siap menuggu tanpa rasa ragu. Dia siap menanti tanpa ada rasa takut ditinggal pergi. Lalu kembali berkata pada tu buku, “mala mini kamu akan menjadi milikku, tunggu aku disini dan yakinlah, aku berjalan sebentar untuk selingkuh yang terakhir kalinya..”…hehe..
Saya melintas dan melanjutkan perjalanan. Diperjalanan, saya menjumpai buku yang melambai-lambaikan tangannya untuk yang mengajak saya untuk singgah membelai mereka. Saya tidak mau dan menolah tawaran-tawaran mereka semua.
Saya terus berjalan. Pada kecepatan tinggi saya melangkahkan kaki, diperjalan saya berhenti dengan cepatnya, kenapa…saya berjumpa dengan teman kampus saya bernama “aditya januar”…dia menepuk bahu saya dan berkata “ min, kamu langsung kesini kah, ngg’ balik rumah lagi…baju kamu ko’ sama dengan baju kulyah tadi”..hehe…sob, ternyata saya dari balik kuliyah tadi tidak saling baju, tidak mandi, tidak merubah bentuk. Sehingga sangat mudah untuk dilihat dan sama persis seperti saya dikampus..hehe..
Ceritanya gini, balik dari kampus emang saya tidak langsung balik kerumah. Tapi saya langsung kepasar untuk membeli kue kepasar. Sambil bermotor saya nyanyi dan kadang sedih, yeah kao ngomongin sedih, pasti maslah cewek, tidak ada masalah pada diri saya melainkan masalah cewek. Kalau cewek saya ngga’ ada masalah. Saya mempunyai keyakinan, masalah saya akan berkurang bahkan hilang..kewkwkw.
Kembali kegramedia, digramedia saya mendapatkan sesuatu yang baru yang musti saya tuliskan untuk dibagi.
Pertama saya mendapatkan materi tentang motifasi dari ustadz yusuf Mansur. Saya lupa kalimat nasehat itu..he.
Kedua saya berjalan lagi dan berjumpa dengan buku tentang otak. Saya sangat senang kalau membaca tentang otak. Karena otak merupakan pengenali semua apa yang terjadi pada diri kita.
Eh sob, saya ngg’ bisa cerita banyak ni, saya dihadapkan dengan siaran televise sekarang, acaranya keren banget,,hehe…sori ya…enter kita sambung ceritanya….

Ok sob,,,Right..