Balasan Serang Anak Terhadap Orang
(Tua
Yang Sering Terjadi Tanpa Disadari..)
Sahabatku,
perlu kita ingat kembali bagaimana sikap kita terhadap orang tua. Mulai dari
kita dilahirkan sampai sekarang ataupun kemungkinan yang akan datang.
Saat kita berusia satu tahun, kita diberi kasih
sayang begitu besar oleh kedua orang tua kita, orang tua memandikan dan merawat
kita penuh kasih sayang dan cinta, namun pada waktu itu apa balasan kita
terhadap mereka, kita malahan selalu menangis ditengah malam takala mereka
ingin beristirahat.
Sa’at kita berusia dua tahun, orang tua kita
mengajari kita untuk berjalan, namun sebagai balasan kita terhadap mereka, kita
malahan kabur ketika mereka memanggil kita.
Sa’at kita berusia empat tahun, orang tua kita
mengajar kita menulis dan membaca, kita diberi pensil berwarna, namun balasan
kita mencoret-coret dinding dengan pensil dan menaburkan sampah dari kertas
yang mereka berikan.
Sa’at kita berusia lima tahun, orang tua kita
membelikan kita baju yang bagus-bagus, mereka tidak pernah mengeluh meskipun
baju yang mereka pakai sudah usang.
Tapi,
apa balasan kita terhadap mereka pada waktu itu, kita malahan mengotori baju
baru kita dengan beremain-main ditempat yang kotor dan berlumpur.
Sa’at kita berusia sepuluh tahun, orang tua kita ingin
mengubah cara berpikir kita, mereka membayar mahal-mahal untuk sekolah dan les
kita, mereka sanggup kerja diterik matahari yang membakar bumi, meneteskan
keringat darah demi kita. Namun tetap abang katakan, apa balasan kita terhadap mereka,
kita malahan belajar malas-malasan, sekolah sering bolos-bolosan bahkan kita
sering bohong terhadap mereka.
Sa’at kita berusia sebelasan tahun, orang tua kita
mengantarkan kita kemana-mana, mereka sanggup kehilangan waktu istirahat mereka
demi kita, namun apa balasan kita diwaktu itu, kita tidak pernah mengucapkan
salam takala kita masuk kerumah.
Sa’at kita berusia empat belas tahun, ketika orang tua kita
pulang kerja, pergi pagi pulang malam demi mencari nafkah untuk membesarkan
kita, namun apa balasan kita diwaktu itu, ketika mereka ingin memeluk kita,
kita malahan menolah keinginan mereka dengan alasan kita ini sudah besar dan
dewasa.
Sa’at kita berusia delapan belas tahun, orang tua kita
menagis melihat kita pakai baju seragam SMA, mereka terharu melihat kita,
melihat anak mereka sudah pakai seragam anak berpendidikan, namun apa balasanmu
sahabat, kita malahan berpesta pora dirumah kontrakan dan kos kita dengan orang
yang tidak jelas. Menghambur-hamburkan uang dengan pasangan, padahal uang itu merupakan
kiriman dari orang tua kita untuk belajar kita. Kamu keterlaluan !!!.....
Sa’at kita berusia duapuluh satu tahun, kita dibayarkan mahal
oleh orang tua untuk kuliyah, mengantarkan kita kekampus dihari pertama, namun
apa balasan kita, kita malahan menyuruh mereka berhenti jauh-jauh sambil
berkata “mama, papa, aku malu, aku’kan
sudah gede ?..
Sa’at kita sudah selesai kulyah, kita wisuda, mereka
terharu sambil meneteskan air mata kebahagiaan dan memeluk kita, namun apa
balasan kita sahabat, kita malahan menanyakan hadiah buat kita dan meminta ini
dan itu.
Sa’at
kita berusia dua puluh Sembilan tahun, orang tua kita
membiayai pernikahan kita, namun apa balasan kita, kita malahan meninggalkan
mereka untuk pergi keluar kota bersama istri dan suami kita.
Sa’at kita sudah punya keturunan “bayi”. Orang tua kita memberitahu kita tentang tata cara merawat
bayi kita, namun kita malahan bilang kepada mereka “mama..!!, zaman sekarang sudah beda, tidak perlu lagi cara begini dan
begitu”,,
Yang
paling keterlaluan, hal ini sudah menjadi realita dalam kehidupan, sa’at orang
tua kita lanjut usia, sakit-sakitan, perlu perhatian dan kasih sayang dari
kita, kita malah menjauh dan mengeluh disa’at ia meminta kita untuk mendekat
kepada mereka. Apakah ini balasan kita terhadap mereka sahabat. Entah perkataan
apalagi yang harus abang katakan kepada anda tentang sikap anda terhadap orang
tua anda. Itu bukan mustahil. Karena itulah sampai sa’at ini anda belum
mengenal apa itu bahagia yang sesungguhnya. Karena keridhoan tuhan belum sampai
kepada anda. Mengapa itu terjadi, jawabnya karena ANDA BELUM BISA MEMBAHAGIAKAN
ORANG TUA ANDA.
Sebagai Renungan Dan Perlu Anda Pikirkan,
orang tua anda selalu membanggakan anda, menjaga nama baik nama anda,
memuja-muji anda, apakah anda pernah menjaga nama baik mereka takala anda
dengan begitu bebasnya dengan orang yang bukan siapa-siapa anda, teman anda,
sahabat anda, atau pasangan anda yang anda bangga-banggakan ?....
Rasullullag
Saw bersabda ; “celakalah dia, celakalah dia, celakalah dia” ditanya, siapa dia
rasullullah ?’ beliau bersabda,”barang siapa yang mendapati orang tuanya telah
lanjut usia, salah satu atau keduanya
lalu ia tidak bisa masuk syurga…”(HR. Muslim)
Sahabat,
pesan abang gunakanlah kesempatan yang kita miliki sekarang ini sepenuhnya
untuk berbakti dangan orang tua, jangan menunggu kita senang atau sukses,
jangan menunggu menjadi guru, jangan menunggu jadi dokter dan sebagainya, pada
intinya jangan menunggu kita berhasil baru membahagiakan mereka. Karena
membahagiakan yang satu ini sangat wajib hukumnya. Tidak akan ada kesuksesan
dan keberhasilah tanpa ridho dan kasih sayang mereka.
“Jangan menunggu anda berhasil untuk membahagiakan orang tua..maka anda
tidak akan pernah berhasil.
Tapi bahagiakan orang tua- bahagiakan orang tua- bahagiakan orang
tua..maka anda akan berhasil”
(muslimin)
Apakah
penterdahulu kita yang menyesal karenanya. Bahkan sering kita jumpai
sahabat-sahabat disekitar kita tanpa orang tua. Menjadi anak yatim. Mereka
selalu berkata andaikan aku seperti kalian, “akan aku bahagiakan keduanya”. Apakah kita harus seperti mereka
baru menganggap orang tua ada. Tidak. jika hal tersebut kamu lakukan, kamu bisa dikatakan durhaka dan
anda keterlaluan.
Mengapa
kamu selalu menghabiskan waktumu pada hal yang tidak perlu, tidak bermutu dan
bikin bau. Tidak pernah ada kebaikan yang menghampirimu, semua kebaikan,
peluang, kasih sayang dan momentum telah ada pada jati dirimu berlalu dan
terbuang sia-sia
Jadi
keluarkan aura keyakinan, positifkan, dahsyatkan, rasakan nikmatnya, luar biasakan
dan ledakan dari dalam dadamu. Berbaktilah kepada orang tua agar keburukan,
keresahan dan kebinasaan tidak menghampirimu.
Right…
Semoga bermanfaat
buat …SUKSES !!