Saat ini, itulah mimpi
seorang anak desa yang sedang duduk dibangku perguruan tinggi untan,,, muslimin
namanya..hehe…
Banyak sahabat-sahabatnya
berkata dia adalah seorang anak yang kurang dikit “agak kebablakan dalam berkata
dan itu juga ia terapkan dalam mimpinya. Aneh memang.
Dilahirkn didesa yang
sangat terpencil. Jauh dari keramaian dan dipinggir semak-semak belukar dan
sangat akrap dengan hutan. Sering berteman dengan orang hutan, jalan-jalan
dengan monyet dan sering ngobrol dengan singa.. mungkin sebab itulah omongannya
kasar kayak singa.. hehe…”ngaur”.
Kwalitas anak ini ia
perlihatkan ketika ia sudah mulai duduk belajar dibangku sekolah dasar “SD”. Sangat
senang belajar dan bertanya, tidak menyukai yang namanya bermain, sering
membaca buku dan selalu menyisihkan uang jajannya untuk ditabung. Sebagai orang
tua yang mendidik anaknya dengan keringat bercucuran, ayah dan ibunya sangat
bangga akhirnya mereka bisa memasukan anaknya didunia pendidikan dan sangat
berharap bisa membawa perubahan dalam keluarga, bangsa dan yang utama yaitu
berakhlak dan beragama.
Diakhir semester,
pembagian raport tiba dan saatnya diumumkan anak layak atau tidaknya naik kelas
2… anak ini menunjukan kwalitasnya. Peringkat kesatu dan terbaik berhasil digelarnya.
Sambil berkaca-kaca mata si ayah dan ibu mereka berkata “jadilah anak yang
berkwalitas nak”…. Perkataan ayah dan ibunya sampai saat ini tetap melekat
dibenaknya.
Enam tahun disekolah
dasar, kwalitas anak ini tetap terbaik dan sering mendapat peringkat terbaik
dikelasnya. Selesai belajar di SD…..
Lanjut kesanawiyah H.M
Tauran. Luar bisaa, tetap dengan semangat 45 dia belajar dengan
sungguh-sungguh, akidah dan qur’annya mendapat nilai terbaik dari guru
kelasnya. Menghafal dalam waktu yang sangat singkat dapat ia hafal, sampai
waktu itu dia dibilang “anak junius” oleh gurunya. Luar bisaa.
Waktu terus berjalan,
anak ini semakin matang pola pikirnya. Saat itu dia mulai bermimpi, menerang
dunia. Saat dia bermimpi, dia ditantang untuk mendekati seorang cwek elit, kaya
raya, anak tunggal, berpakaian emas dan berlian. Temannya berkata “buktikan
kalau kamu hebat min”… anak ini memang pantang kalau dicabar dan ditantang. Dia
tantang temannya dan berkata “dalam waktu singkat dia akan menjadi pacarku”…. Ujarnya.
Memang luar bisaa
hasilnya, anak muda yang berkunjung kerumah sicewek elit itu langsung diusir
oleh orang tuanya “ibunya”, dan bisa dipastikan pasti dibilang “anaknya tidak
level dengan anakku”.. Tapi beda dengan yang satu ini “limin”… dia bisa membuat orang tua anak elit itu tunduk dan
tidak bisa berkata apa-apa melainkan hanya tersenyum ketika ngobrol.
Berhasil, dalam waktu
singkat dia bisa jadian dengan cewek elit itu… tapi tanpa dia sadari,
keberhasilannya itu membuat kwalitas dirinya menurun bahkan habis.
Ini berlanjut-lanjut
sampai dia menduduki pendidikan tingkat sma –smk—apalagi waktu ujian tiba, anak
ini sempat diputuskan oleh cewek itu, hummmm….. Hampir stress dia…
Ketika menaungi smk, alhamdulillah
dia sempat dipertemukan dengan seorang cwek yang cuek. Dan kecuekan cewek itu
mengundang perhatian anak ini dan berkata “wah-wah-wah---cueknya”..
Namun dengan cuek itu,
anak ini nekat agar bisa berteman dekat dengannya. Melalui proses yang kurang
wajar, akhirnya anak ini berhasil membuktikan bahwa cewek cuek itu bukan
sembarang cuek, tapi cewek yang berkwalitas.
Jatuh hati dan timbul
perasaan suka dan akhirnya sayang tiba-tiba tumbuh dihati anak itu. Memang,
jika ingin yang dituju itu baik, pasti cara-caranya juga pasti baik-baik. Anak itu
tersadar ternyata selama ini –dari sanawiyah—dia cinta pada seorang wanita itu
cinta nafsu, tapi tidak dengan yang satu ini, cintanya benar-benar cinta
lahiriah yang tumbuh oleh alam.
Pernah kecewa dan
sakit dibuat oleh cewek itu, tapi kesakitannya membuat dia lebih sadar dan
menjadi lebih baik dan semakin berani melangkah dan bertanggung jawab untuk
mempertanggung jawabkan atas apa yang telah dia lakukan. Dan saat ini jadilah
dia raja pemimpi.
Akhir smk, dia rangkai
mimpi sambil menangis….
Ingin berubah kearah yang
lebih baik, kuliyah berbisnis dan berpenghasilan luar biasaa. Mengajar ngaji
dan tinggal dimusolla. Penghasilan yang ditargetkat diatas lima ratus ribu
sebulan dalam kuliyah. Mengajarkan ilmu al-qur’an dipelosok-pelosok kota, dan
ingin mengajarkan mu’alaf juga. Selain itu dia juga berkata ingin mengajarkan
anak seusianya ilmu tajwid dalam baca al-quran dan targetnya tiga orang cewek
“masih belum jelas”, cewek itu musti elit-elit dan musti dari keluarga
terpandang---dasar dalam nangis saja
masih sempat mikir cewek ya”… hehe.
Itulah mimpinya
sebelum keluar rumah pergi melanjutkan pendidikan ke kota.
Sesampainya dikota,
karena berasal dari anak hutan “Desa”, dia terheran-heran melihat pemandangan
kota, melihat mobil yang tidak putus-putusnya lewat, keramaian yang tidak
peduli tengah malam. Kondisi seperti itu membuat anak ini sulit beradaptasi di
kota.
Kehabisan bekalan
dari desa. Sempat putus asa dan ingin
balik kedesa. Itu sempat melintas dibenak kepala anak ini. “ingin berhenti
kuliyah”….. wah yang benar aja, hanya segitukah perjuangannya menghadapi
tantangan.. tidak…. Yu’ kita lanjutkan…
Duduk diteras kos-nya,
sambil memandang kelangit melihat bintang-bintang tanpa bulan. Anak ini seakan
tersadar, tanpa bulan saja bintang bias bersinar. Kenapa tanpa uang aku menjadi
berhenti kuliyah, ada yang tidak beres dalam hidupku”….
Menerenung dan terus
merenung, tiba-tiba ia teringat pesan gurunya sewaktu di SMK… “mintalah pada
tuhanmu, bukan kepada orang lain”… dia kaget dan SREGGG .. dalam hatinya
seakan-akan ada pencerahan yang tidak tahu dari mana datangnya. Saat itu dia
baru tersadar dan ingin kenal tuhannya lebih dekat.
Azan isa’
berkomandang.. kebetulan dia merenung ba’da sholat magrib….
Ketika azan
berkomandang. Kakinya lalu melangkah ke masjid yang ada didekat kosnya. Padahal
selama ini dia paling alergi dengan masjid. Sesampainya dimasjid masyaAllah air
mata membasahi seluruh tubuhnya. Solatnya seakan-akan berada dialam lain.
Subhanallah. Donyapun disampaikannya--- ya Allah beri aku jalan yang terbaik
dan bombing aku”… hanya itu doanya.
Diperjalanan dia
melihat ada cewek dan cowok satu motor berponcengan… dia seakan-akan
diperlihatkan oleh Allah “itulah ZINAH yang pernah kamu lakukan. Dia menangis
lagi. Eh dalam menangis dia malah teringat cewek cuek yang dia suka di SMK.
Saat itu dia bukan malah kangen dengan tu cewek, tapi dia jadi berpikir lebih
matang ---- mungkin sebab bunga zinah itulah aku dijauhkan oleh tuhan dari
cewek yang paling aku saying.. pikirnya sadar.
Luar biasa, 1800 perubahan dimasukinya. Dia benar-benar pasrah
dengan cewek itu dan menggantungkan penuh kepada Allah bahwa jika suatu saat
Allah mempersatukan mereka, Allah pasti mempertemukannya.
Dalam keadaan
terjepit, tidak ada duit, menyesal, dan kangen teringat masa dengan cewek cuek.
Ehhh malah Allah uji lagi dengan hal yang membuat dia menangis tidak
henti-henti semalaman. Dia mendengar kabar bahwa cewek cueknya udah punya
pendamping disono… AllahhuAkbar… dia protest u dengan Allah dan bilang ‘Ellu
terlalu ya Rab”…..
Ditengah malam terus menangis….
Dia liet quran, tergerak hatinya untuk membaca Al-Qur’an… dan dia menemukan
perkataan Allah “Allah bersama-sama orang yang sabar”….
Dari saat itu, dia
berusaha penuh untuk tetap sabar dengan keadaan. Perubahan penuh dan dia lawan
terus kebodohan-kebodohan yang ada pada dirinya. Sehingga sahabat-sahabatnya
mengatakan ‘limin Aneh”.
Tut---tut---tut…. Hp
nya berbunyi, panggilan dari orang tuanya….. dan menanyakan keadaan anak itu.
Ketika Ayahnya menanyakan kabarnya… dia bilang “baik ayah”. Padahal kesulitan
pada dirinya lagi memuncak. Pada waktu itu dia berpikir, jika kesulitan yang
dia alami saat itu diberitahukannya pada orang tuanya. Maka semua keluarganya
dikampung akan susah. Tapi jika dia bohong, maka yang susah hanya dia sendiri,
keluarga dikampungnya akan tetap tenang. Lagian dia kan lagi belajar meyakini
bahwa Allah itu bersamanya. Allah pasti bertanggung jawab atas niat baiknya.
Setahun berjalan.
Tanpa kabar sedikitpun dari cewek cuek dia terus menjalani hidup. Kuliyahnya
dikerjakan semaksimal mungkin. Hasilnya Anjrok plus-plus-plus… tapi dengan
nilai yang sedemikian tidak sesuai target, ternyata menjadikan ia makin matang
dalam berpikir dan meluahkan perasaannya.
Dia mencoba mengikuti
habbynya.. jalan-jalan.. dalam perjalanan dia bertemu dengan teman akrabnya
waktu sanawiyah dulu… malah menawarkan untuk mengajar membaca Al-Qur’an
dipelosok kota. Saat itu dia sempat menolak, karena tempatnya sangat jauh dari
kediamannya.. sebelum dia lontarkan kata penolakan, dia juga sempat teringat
perkataan guru pembimbingnya saat SMK..”jangan merasa terbebani melakukan
selama itu kebaikan”… dia sadar bahwa mengajarkan itu baik. Jadi meskipun agak
berat, dia terima penawaran dari temannya itu.
Ba’da isa turun rumah,
sekitar jam 22.00-23.00 dia baru pulang. Luar biasa memang, pagi-pagi kuliyah.
Mengisi kegiatan kampus, dan malam harinya mengajar. Sehingga sangat sedikit
untuk dia membuka buku pelajaran.
Anak ajarnya 12-13
orang, dan salah satunya ada ibu-ibu, kakek dan nenek-nenek. Sekitar setahun
mengajar, dia lalu berpindah mengajar dan tempat awal dia mengajar digantikan
oleh temannya. Pada tempat yang baru dia mengajar seorang sapam dan istri si
sapam. Sapamnya sangat serem. Tapi dalam mengajar si sapam, Istri sapam
memberikan perhatian penuh kepadanya. Karena kata si Istri, suaminya berubah
penuh selama belajar ngaji dengan anak itu. Memang, cara mengajarnya beda dari
yang lain, anak itu selalu menyelipkan kata-kata nasehat kepada Si Sapam. Tanpa
si sapam sadari. Dia telah beruhab dengan kata-kata tersebut.
Dalam waktu sngkat,
anak itu diangkat menjadi anak angkat dari keluarga tersebut. Anak itu kini
memiliki keluarga besar dipontianak.
Dalam waktu yang
bersamaan, dia juga mengajar cewek-cewek dari kedokteran mengaji. Anak elit dan
kaya-kaya. Tiga orang.
Waktu itu dia
tersentak…. Seakan-akan pikiran gilanya waktu SMK dulu kini menjadi nyata. Ia
kan, dan yang membuat dia terkaget kaget,,, gajinya sekarang melebihi kapasitas
targetnya. Dalam kuliyah memiliki gaji, dan sempat member gaji. Itu perkara
yang sangat ajaib.
Karena keyakinannya
mantap… dipertengahan kuliyah dia mencoba merangkai mimpi yang lebih gila lagi.
Yaitu memiliki perusahaan pribadi, mendirikan sekolah-sekolah. Dan menargetkan
hari pernikahannya. Pada cewek cuek itu.
Sekolah yang didirikan
tanpa kurikulum. Tidak berpegang dan ketergantungan pada kurikulum, tapi pada
Al-Qur’an pada Qur’an dan Hadis Rasulullah SAW.
Disekolahnya tidak ada
kantor keamanan alyas pos sapam, tapi yang ad pos Dhuha. Belajarnya bebas
sesuai kemauan dan hobi anak-anak, tapi shlatnya harus ontime, qabliah
ba’diahnya dijaga. Syarat masuknya Islam. Cukup.
Hukuman yang diberikan
yang melanggar peraturan selalu dikaitkan dengan Hadits2 rasulullah. Tidak ada
peringkat atau ringking. Tapi semua tingakat derajat siswanya sama. Yang membedakan
mereka adalah tingakat akhlaknya.
Selain sekolah, ia
bermimpi menjadi pembisnis luar biasa, yang menggaji karyawan diatas gaji para
pegawai-pegawai negeri.
Tidak ingin mobil,
tapi ingin Istri yang sholehah, yang bisa membimbingnya ketika dia khilaf.
Dan masih banyak
mimpi-mimpinya…. Tapi cukup ini saja dulu, yang lainnya nanti InsyaAllah jika
dia menjadi seorang penulis kelas dunia, maka semuanya akan terpapar jelas akan
perjalanan hidup beliau. Sekarang dia masih berlari menuju puncak, sesampainya
dipuncak nanti, dia akan mengulurkan tali agar yang masih belum sampai dipuncak
akan dengan cepat sampai dipuncak.
Terakhir, minta doa
dari semua.. untuk kita.
Sip
Muslimin-12-11-2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar