Senin, 11 November 2013

MENDIRIKAN SEKOLAH TANPA KURIKULLUM


Saat ini, itulah mimpi seorang anak desa yang sedang duduk dibangku perguruan tinggi untan,,, muslimin namanya..hehe…
Banyak sahabat-sahabatnya berkata dia adalah seorang anak yang kurang dikit “agak kebablakan dalam berkata dan itu juga ia terapkan dalam mimpinya. Aneh memang.
Dilahirkn didesa yang sangat terpencil. Jauh dari keramaian dan dipinggir semak-semak belukar dan sangat akrap dengan hutan. Sering berteman dengan orang hutan, jalan-jalan dengan monyet dan sering ngobrol dengan singa.. mungkin sebab itulah omongannya kasar kayak singa.. hehe…”ngaur”.
Kwalitas anak ini ia perlihatkan ketika ia sudah mulai duduk belajar dibangku sekolah dasar “SD”. Sangat senang belajar dan bertanya, tidak menyukai yang namanya bermain, sering membaca buku dan selalu menyisihkan uang jajannya untuk ditabung. Sebagai orang tua yang mendidik anaknya dengan keringat bercucuran, ayah dan ibunya sangat bangga akhirnya mereka bisa memasukan anaknya didunia pendidikan dan sangat berharap bisa membawa perubahan dalam keluarga, bangsa dan yang utama yaitu berakhlak dan beragama.
Diakhir semester, pembagian raport tiba dan saatnya diumumkan anak layak atau tidaknya naik kelas 2… anak ini menunjukan kwalitasnya. Peringkat kesatu dan terbaik berhasil digelarnya. Sambil berkaca-kaca mata si ayah dan ibu mereka berkata “jadilah anak yang berkwalitas nak”…. Perkataan ayah dan ibunya sampai saat ini tetap melekat dibenaknya.
Enam tahun disekolah dasar, kwalitas anak ini tetap terbaik dan sering mendapat peringkat terbaik dikelasnya. Selesai belajar di SD…..
Lanjut kesanawiyah H.M Tauran. Luar bisaa, tetap dengan semangat 45 dia belajar dengan sungguh-sungguh, akidah dan qur’annya mendapat nilai terbaik dari guru kelasnya. Menghafal dalam waktu yang sangat singkat dapat ia hafal, sampai waktu itu dia dibilang “anak junius” oleh gurunya. Luar bisaa.
Waktu terus berjalan, anak ini semakin matang pola pikirnya. Saat itu dia mulai bermimpi, menerang dunia. Saat dia bermimpi, dia ditantang untuk mendekati seorang cwek elit, kaya raya, anak tunggal, berpakaian emas dan berlian. Temannya berkata “buktikan kalau kamu hebat min”… anak ini memang pantang kalau dicabar dan ditantang. Dia tantang temannya dan berkata “dalam waktu singkat dia akan menjadi pacarku”…. Ujarnya.
Memang luar bisaa hasilnya, anak muda yang berkunjung kerumah sicewek elit itu langsung diusir oleh orang tuanya “ibunya”, dan bisa dipastikan pasti dibilang “anaknya tidak level dengan anakku”.. Tapi beda dengan yang satu ini “limin”… dia bisa  membuat orang tua anak elit itu tunduk dan tidak bisa berkata apa-apa melainkan hanya tersenyum ketika ngobrol.
Berhasil, dalam waktu singkat dia bisa jadian dengan cewek elit itu… tapi tanpa dia sadari, keberhasilannya itu membuat kwalitas dirinya menurun bahkan habis.
Ini berlanjut-lanjut sampai dia menduduki pendidikan tingkat sma –smk—apalagi waktu ujian tiba, anak ini sempat diputuskan oleh cewek itu, hummmm….. Hampir stress dia…
Ketika menaungi smk, alhamdulillah dia sempat dipertemukan dengan seorang cwek yang cuek. Dan kecuekan cewek itu mengundang perhatian anak ini dan berkata “wah-wah-wah---cueknya”..
Namun dengan cuek itu, anak ini nekat agar bisa berteman dekat dengannya. Melalui proses yang kurang wajar, akhirnya anak ini berhasil membuktikan bahwa cewek cuek itu bukan sembarang cuek, tapi cewek yang berkwalitas.
Jatuh hati dan timbul perasaan suka dan akhirnya sayang tiba-tiba tumbuh dihati anak itu. Memang, jika ingin yang dituju itu baik, pasti cara-caranya juga pasti baik-baik. Anak itu tersadar ternyata selama ini –dari sanawiyah—dia cinta pada seorang wanita itu cinta nafsu, tapi tidak dengan yang satu ini, cintanya benar-benar cinta lahiriah yang tumbuh oleh alam.
Pernah kecewa dan sakit dibuat oleh cewek itu, tapi kesakitannya membuat dia lebih sadar dan menjadi lebih baik dan semakin berani melangkah dan bertanggung jawab untuk mempertanggung jawabkan atas apa yang telah dia lakukan. Dan saat ini jadilah dia raja pemimpi.
Akhir smk, dia rangkai mimpi sambil menangis….
Ingin berubah kearah yang lebih baik, kuliyah berbisnis dan berpenghasilan luar biasaa. Mengajar ngaji dan tinggal dimusolla. Penghasilan yang ditargetkat diatas lima ratus ribu sebulan dalam kuliyah. Mengajarkan ilmu al-qur’an dipelosok-pelosok kota, dan ingin mengajarkan mu’alaf juga. Selain itu dia juga berkata ingin mengajarkan anak seusianya ilmu tajwid dalam baca al-quran dan targetnya tiga orang cewek “masih belum jelas”, cewek itu musti elit-elit dan musti dari keluarga terpandang---dasar dalam nangis saja masih sempat mikir cewek ya”… hehe.
Itulah mimpinya sebelum keluar rumah pergi melanjutkan pendidikan ke kota.
Sesampainya dikota, karena berasal dari anak hutan “Desa”, dia terheran-heran melihat pemandangan kota, melihat mobil yang tidak putus-putusnya lewat, keramaian yang tidak peduli tengah malam. Kondisi seperti itu membuat anak ini sulit beradaptasi di kota.
Kehabisan bekalan dari  desa. Sempat putus asa dan ingin balik kedesa. Itu sempat melintas dibenak kepala anak ini. “ingin berhenti kuliyah”….. wah yang benar aja, hanya segitukah perjuangannya menghadapi tantangan.. tidak…. Yu’ kita lanjutkan…
Duduk diteras kos-nya, sambil memandang kelangit melihat bintang-bintang tanpa bulan. Anak ini seakan tersadar, tanpa bulan saja bintang bias bersinar. Kenapa tanpa uang aku menjadi berhenti kuliyah, ada yang tidak beres dalam hidupku”….
Menerenung dan terus merenung, tiba-tiba ia teringat pesan gurunya sewaktu di SMK… “mintalah pada tuhanmu, bukan kepada orang lain”… dia kaget dan SREGGG .. dalam hatinya seakan-akan ada pencerahan yang tidak tahu dari mana datangnya. Saat itu dia baru tersadar dan ingin kenal tuhannya lebih dekat.
Azan isa’ berkomandang.. kebetulan dia merenung ba’da sholat magrib….
Ketika azan berkomandang. Kakinya lalu melangkah ke masjid yang ada didekat kosnya. Padahal selama ini dia paling alergi dengan masjid. Sesampainya dimasjid masyaAllah air mata membasahi seluruh tubuhnya. Solatnya seakan-akan berada dialam lain. Subhanallah. Donyapun disampaikannya--- ya Allah beri aku jalan yang terbaik dan bombing aku”… hanya itu doanya.
Diperjalanan dia melihat ada cewek dan cowok satu motor berponcengan… dia seakan-akan diperlihatkan oleh Allah “itulah ZINAH yang pernah kamu lakukan. Dia menangis lagi. Eh dalam menangis dia malah teringat cewek cuek yang dia suka di SMK. Saat itu dia bukan malah kangen dengan tu cewek, tapi dia jadi berpikir lebih matang ---- mungkin sebab bunga zinah itulah aku dijauhkan oleh tuhan dari cewek yang paling aku saying.. pikirnya sadar.
Luar biasa, 1800  perubahan dimasukinya. Dia benar-benar pasrah dengan cewek itu dan menggantungkan penuh kepada Allah bahwa jika suatu saat Allah mempersatukan mereka, Allah pasti mempertemukannya.
Dalam keadaan terjepit, tidak ada duit, menyesal, dan kangen teringat masa dengan cewek cuek. Ehhh malah Allah uji lagi dengan hal yang membuat dia menangis tidak henti-henti semalaman. Dia mendengar kabar bahwa cewek cueknya udah punya pendamping disono… AllahhuAkbar… dia protest u dengan Allah dan bilang ‘Ellu terlalu ya Rab”…..
Ditengah malam terus menangis…. Dia liet quran, tergerak hatinya untuk membaca Al-Qur’an… dan dia menemukan perkataan Allah “Allah bersama-sama orang yang sabar”….
Dari saat itu, dia berusaha penuh untuk tetap sabar dengan keadaan. Perubahan penuh dan dia lawan terus kebodohan-kebodohan yang ada pada dirinya. Sehingga sahabat-sahabatnya mengatakan ‘limin Aneh”.
Tut---tut---tut…. Hp nya berbunyi, panggilan dari orang tuanya….. dan menanyakan keadaan anak itu. Ketika Ayahnya menanyakan kabarnya… dia bilang “baik ayah”. Padahal kesulitan pada dirinya lagi memuncak. Pada waktu itu dia berpikir, jika kesulitan yang dia alami saat itu diberitahukannya pada orang tuanya. Maka semua keluarganya dikampung akan susah. Tapi jika dia bohong, maka yang susah hanya dia sendiri, keluarga dikampungnya akan tetap tenang. Lagian dia kan lagi belajar meyakini bahwa Allah itu bersamanya. Allah pasti bertanggung jawab atas niat baiknya.
Setahun berjalan. Tanpa kabar sedikitpun dari cewek cuek dia terus menjalani hidup. Kuliyahnya dikerjakan semaksimal mungkin. Hasilnya Anjrok plus-plus-plus… tapi dengan nilai yang sedemikian tidak sesuai target, ternyata menjadikan ia makin matang dalam berpikir dan meluahkan perasaannya.
Dia mencoba mengikuti habbynya.. jalan-jalan.. dalam perjalanan dia bertemu dengan teman akrabnya waktu sanawiyah dulu… malah menawarkan untuk mengajar membaca Al-Qur’an dipelosok kota. Saat itu dia sempat menolak, karena tempatnya sangat jauh dari kediamannya.. sebelum dia lontarkan kata penolakan, dia juga sempat teringat perkataan guru pembimbingnya saat SMK..”jangan merasa terbebani melakukan selama itu kebaikan”… dia sadar bahwa mengajarkan itu baik. Jadi meskipun agak berat, dia terima penawaran dari temannya itu.
Ba’da isa turun rumah, sekitar jam 22.00-23.00 dia baru pulang. Luar biasa memang, pagi-pagi kuliyah. Mengisi kegiatan kampus, dan malam harinya mengajar. Sehingga sangat sedikit untuk dia membuka buku pelajaran.
Anak ajarnya 12-13 orang, dan salah satunya ada ibu-ibu, kakek dan nenek-nenek. Sekitar setahun mengajar, dia lalu berpindah mengajar dan tempat awal dia mengajar digantikan oleh temannya. Pada tempat yang baru dia mengajar seorang sapam dan istri si sapam. Sapamnya sangat serem. Tapi dalam mengajar si sapam, Istri sapam memberikan perhatian penuh kepadanya. Karena kata si Istri, suaminya berubah penuh selama belajar ngaji dengan anak itu. Memang, cara mengajarnya beda dari yang lain, anak itu selalu menyelipkan kata-kata nasehat kepada Si Sapam. Tanpa si sapam sadari. Dia telah beruhab dengan kata-kata tersebut.
Dalam waktu sngkat, anak itu diangkat menjadi anak angkat dari keluarga tersebut. Anak itu kini memiliki keluarga besar dipontianak.
Dalam waktu yang bersamaan, dia juga mengajar cewek-cewek dari kedokteran mengaji. Anak elit dan kaya-kaya. Tiga orang.
Waktu itu dia tersentak…. Seakan-akan pikiran gilanya waktu SMK dulu kini menjadi nyata. Ia kan, dan yang membuat dia terkaget kaget,,, gajinya sekarang melebihi kapasitas targetnya. Dalam kuliyah memiliki gaji, dan sempat member gaji. Itu perkara yang sangat ajaib.
Karena keyakinannya mantap… dipertengahan kuliyah dia mencoba merangkai mimpi yang lebih gila lagi. Yaitu memiliki perusahaan pribadi, mendirikan sekolah-sekolah. Dan menargetkan hari pernikahannya. Pada cewek cuek itu.
Sekolah yang didirikan tanpa kurikulum. Tidak berpegang dan ketergantungan pada kurikulum, tapi pada Al-Qur’an pada Qur’an dan Hadis Rasulullah SAW.
Disekolahnya tidak ada kantor keamanan alyas pos sapam, tapi yang ad pos Dhuha. Belajarnya bebas sesuai kemauan dan hobi anak-anak, tapi shlatnya harus ontime, qabliah ba’diahnya dijaga. Syarat masuknya Islam. Cukup.
Hukuman yang diberikan yang melanggar peraturan selalu dikaitkan dengan Hadits2 rasulullah. Tidak ada peringkat atau ringking. Tapi semua tingakat derajat siswanya sama. Yang membedakan mereka adalah tingakat akhlaknya.
Selain sekolah, ia bermimpi menjadi pembisnis luar biasa, yang menggaji karyawan diatas gaji para pegawai-pegawai negeri.
Tidak ingin mobil, tapi ingin Istri yang sholehah, yang bisa membimbingnya ketika dia khilaf.
Dan masih banyak mimpi-mimpinya…. Tapi cukup ini saja dulu, yang lainnya nanti InsyaAllah jika dia menjadi seorang penulis kelas dunia, maka semuanya akan terpapar jelas akan perjalanan hidup beliau. Sekarang dia masih berlari menuju puncak, sesampainya dipuncak nanti, dia akan mengulurkan tali agar yang masih belum sampai dipuncak akan dengan cepat sampai dipuncak.
Terakhir, minta doa dari semua.. untuk kita.
Sip

                                                                                          Muslimin-12-11-2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar