Selasa, 05 Februari 2013

apa itu cinta

ketika cinta bertasbih…

aku terharu, seolah-olah hari ini aku menemukan pintu syurga cintanya Allah SWT. Aku baru tersentak sadar, bahwa cinta itu tidak bisa dimatipulasi seperti jagonya aku memanipulasi photoshop.

Aku heran, mengapa aku merasa ada yang aneh. Aku ngerasa ada yang salah dalam aku meniti hidup yang berlandaskan cinta dan benar-benar cinta.

Aku selalu bertanya dan meminta jawaban dari yang maha tahu, apakah caraku ini benar kepadanya. Aku seolah-olah tidak bisa ikhlas jika ia memberikan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanku. Aku bertanya dan selalu bertanya.

Aku tidak mengerti apakah yang aku tuliskan dan katakan itu benar dari dalam hatiku atau  hanya permainan lidahku yang tidak memiliki tulang. Aku selalu bertanya dan selalu bertanya…

Aku tidak mengerti apa sebenarnya itu keikhlasan. Aku mengatakan aku ikhlas ikhlas dan ikhlas, tapi mengapa sarap pikiranku yang kotor ini selalu mengatakan hal yang berlawanan arah. Aku telah berusaha menjaganya, tapi ternyata kata-kata murahanku masih saja terkuras. Aku bertanya dan selalu bertanya….

Aku tidak mengerti perjalanan hidup yang sebenarnya. Secara materi aku telah dicukupi oleh sang khaliq. Seolah-olah apa yang aku inginkan itu selalu dipenuhi-Nya. Aku minta tempat tinggal yang teristimewa, dikabulkannya dan aku ditempatkan dirumah-Nya. Ketika itu aku meminta bisa ngajarkan ilmu agama, permintaanku juga dikabulkan-Nya. Dalam waktu bersmaan aku bisa mengajarkan ilmu agama sampai sekarang. Aku pengen laptop semester 6, Allah berkata lain, ia memberiku awal semester 4. Aku ingin bisa teknologi yang bernama computer dan aplikasinya dan aku pun bisa. Aku ingin membeli kamera…ternyata dalam waktu dekat Allah mengabulkan itu semua. Aku bertanya dan selalu bertanya….

Apakah itu keridhoan Allah ataukah itu cobaan. Aku bertanya dan terus bertanya…

Dan aku pun merangkai mimpi kedepannya yang aku menaruh keyakinan penuh bahwa semua permintanku akan dikabulkan-Nya. Aku bertanya dan selalu bertanya…

Aku  merangkai mimpi ingin menjadi pengusaha, menjadi pemuda yang benar-benar pemuda yang bisa memberikan keajaiban terhadap sekelilingku. Lalu aku menuliskannya dikertas kecil dan itu aku tulis benar-benar dengan kesadaranku. Aku bertanya dan terus bertanya….

Pertama, aku akan membuat bangunan mewah untuk orang tuaku ketika aku berhasil nanti dan membawa mereka ke tanah suci dengan penghasilanku sendiri.

Kedua, aku akan mengembangkan potensi-potensi yang ada didesa tercintaku, aku akan membangun kantor. Yang mana kantor tersebut dipenuhi dengan sahabat sahabatku. Itu bukan berarti aku menjadi raja diantara mereka, tapi aku ingin kami bisa membangun sebuah persatuan yang kokoh dan maju bersama-sama demi membuktikan bahwa KAMI BISA.

Ketiga, aku ingin mendirikan kantor les computer, yang mana kantor tersebut dihiasi dengan keriangan, tidak ada ketegangan.

Keempat, aku mendirikan kantor yang fleksibel, yang mana kantor tersebut diisi dengan pengajian ilmu agama, les bahasa inggris, les bahasa dan tata tata krama. Karena sekilas aku pulang kampong, bibit ketakraama sangat kurang diperhatikan. Apakah aku so’ tahu atau apa, yang jelas sepintas aku melihat seperti itu. Aku bertanya dan selalu bertanya…

Diperjalanan, aku seakan dipaksakan untuk merangkai mimpi kembali. Aku diharuskan untuk menuliskan membuat sebuah koperasi, yang mana dalam koperasi tersebut bernuansa pertolongan dan pemberian modal usaha kepada masyarakat. Aku sangat bangga waktu itu, ternyata ada sahabat yang seolah-olah sejalan dengan jalan yang aku rintis. Aku bertanya dan terus bertanya….

Dalam waktu bersamaan, aku dikenalkan dengan namanya CINTA. Padahal waktu itu aku telah berjanji aku tidak akan mengenal yang namanya cinta. Sebab apa, karena aku pernah terjerumus yang namanya cinta, aku menangis waktu itu. Aku tidak ingin mengenal cinta. Akue bertanya dan selalu bertanya…

Ternyata tidak. aku masih tetap dihadapkan oleh yang maha agung terhadap yang namanya cinta. Dan orang itu sahabatku sendiri. Aku selalu berkata tidak…tidak….tidak… tapi ternyata itu hanya lidahku, tapi pikiran hati dan perasaanku tetap menyebutkan AKU CINTA..aku bertanya dan terus bertanya…..

Hari-hariku kelabu. Ketika aku merasa aneh, aku selalu mengatakan padanya utamakan kejujuran, meskipun menyakitkan, aku ingin kejujuran. Ia mengatakan kepadaku “iya”. Aku percaya dan seharusnya aku percaya, karena dia merupakan soso wanita yang aku harus percaya. Aku bertanya dan terus bertanya ya Allah…

Bagaikan air mengalir dan jatuh  ketinggian yang sangat begitu tinggi. Perasan yang aku tahan tidak lagi terbendung. Aku hilang kendali. Aku hanya bisa berkata jujur..jujur…jujur darinya. Agar aku bisa tertahan. Dia tetap berkata “iya” kepadaku. Sehingga waktu itu aku tidak menyadari bahwa perbuatanku padanya telah melebihi batas ambang persahabatan..aku bertanya dan terus bertanya….

Ketika aku tersadar aku berlebihan. Aku mencoba menjauh. Tapi aku seakan tidak bisa. Aku paksakan untuk terus menjauh, tapi hatiku tidak bisa ya Allah, aku menangis dan apakah  pantas aku menangis. Aku bertanya dan terus bertanya…

Aku pernah menangis karnanya, dan apakah aku harus menangis kedua kalinya karenanya. Aku tidak sanggup. Karena aku telah berjanji, aku tidak akan menangis karena cinta. …

Mengapa aku memperhatikannya lebih dari aku memperhatikan sahabat-sahabatku yang lainnya.  Mengapa aku berlebih-lebihan.aku sadar itu, tapi aku tetap saja tidak bisa mengendalikan hal tersebut. Aku tetap berlebihan. Ya Allah. Aku bertanya dan terus bertanya…

Ketika aku semakin sadar, aku sholat kiamullail, malam pertama aku menagis menghadap-Nya. Aku sangat berharap, aku ingin cinta ini berlabuh kepada cinta suci.  Dan aku juga tersadar, cintaku saat ini hanya tertuju padanya. Aku memohon agar Allah member jawaban yang terbaik. Meskipun sakit bagiku, jika yang terbaik untuk-Mu ya Rab, hamba ridho…aku bertanya dan terus bertanya…

Pagi harinya aku membuka laptop, tapi mengapa hari ini hari yang aneh bagiku, mengapa jariku, pikiranku tergerak untuk membuka blognya.. aku membukanya dan membacanya. Pertama aku tersenyum, kedua aku akesal dan jantung berdebar sakit, ternyata ia ada menaruh sejarah dan masih berperasaan pada seseorang di jauh nun sana. Aku bertanya dan terus  bertanya…

Dibagian berikutnya, dia mengomentar tentang diriku dan mengapa aku sangat yakin bahwa itu adalah aku. Aku menangis. Bukan aku menangis karena sakit. Tapi menangis karena bahwa ternyata aku memang bodoh. Tidak bisa memegang janji. Ternyata aku seorang yang murahan…”mengapa ini tidak terungkap lebih awal”. Padahal aku telah selalu mengingatkan, jujur kepadaku, meskipun itu menyakitkan…..

Azan berkomandang. Aku whudu’…dan baru aku tersadar. ITULAH jawaban Allah kepadaku, waktu aku ingin hubungan yang terbaik dengannya, aku yakin inilah yang terbaik antara aku dengan dia. Aku terus bertanya….

Ternyata air mataku jatuh kedua kalinya dan tertuju pada orang sama. Aku amat teramat sayang. Dan aku putuskan aku harus menjauh bahkan pergi sampai perasan itu benar-benar hilang dari benakku. Tapi apakah bisa. Aku ragu itu. Aku sambil menangis aku mengetik. Iya ya Allah aku yakin pada-Mu.

Hari ini, aku berjanji akan menjadi seperti awal aku kulyah, aku tetap dengan diriku, membangun sebuah istana keberhasilan. Aku pastikan, hatiku akan bebas dari yang namanya cinta. Dan aku tidak akan pernah melukan janjiku bahwa akan tetap DENGANMU…meskipun 99% aku tidak yakin itu akan terwujud.

Sekarang aku tertawa, air mata ini, kan ku tanggung sendiri. Biar penuh duri ku yakin inilah yang terbaik.

Akah cuplikan diatas akan menghilangkan harapan dan cita-citaku, jawabnya tidak…aku akan menghapus dipoin yang terakhir dan kembali pada poin awalku. Karena aku yakin, poin yang terakhir Allah masih belum ridho.

“law of attraction”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar