ketika cinta bertasbih…
aku terharu, seolah-olah hari ini aku menemukan pintu syurga
cintanya Allah SWT. Aku baru tersentak sadar, bahwa cinta itu tidak bisa
dimatipulasi seperti jagonya aku memanipulasi photoshop.
Aku heran, mengapa aku merasa ada yang aneh. Aku ngerasa ada
yang salah dalam aku meniti hidup yang berlandaskan cinta dan benar-benar
cinta.
Aku selalu bertanya dan meminta jawaban dari yang maha tahu,
apakah caraku ini benar kepadanya. Aku seolah-olah tidak bisa ikhlas jika ia
memberikan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanku. Aku bertanya dan
selalu bertanya.
Aku tidak mengerti apakah yang aku tuliskan dan katakan itu
benar dari dalam hatiku atau hanya
permainan lidahku yang tidak memiliki tulang. Aku selalu bertanya dan selalu
bertanya…
Aku tidak mengerti apa sebenarnya itu keikhlasan. Aku mengatakan
aku ikhlas ikhlas dan ikhlas, tapi mengapa sarap pikiranku yang kotor ini
selalu mengatakan hal yang berlawanan arah. Aku telah berusaha menjaganya, tapi
ternyata kata-kata murahanku masih saja terkuras. Aku bertanya dan selalu
bertanya….
Aku tidak mengerti perjalanan hidup yang sebenarnya. Secara materi
aku telah dicukupi oleh sang khaliq. Seolah-olah apa yang aku inginkan itu
selalu dipenuhi-Nya. Aku minta tempat tinggal yang teristimewa, dikabulkannya
dan aku ditempatkan dirumah-Nya. Ketika itu aku meminta bisa ngajarkan ilmu
agama, permintaanku juga dikabulkan-Nya. Dalam waktu bersmaan aku bisa
mengajarkan ilmu agama sampai sekarang. Aku pengen laptop semester 6, Allah
berkata lain, ia memberiku awal semester 4. Aku ingin bisa teknologi yang
bernama computer dan aplikasinya dan aku pun bisa. Aku ingin membeli kamera…ternyata
dalam waktu dekat Allah mengabulkan itu semua. Aku bertanya dan selalu bertanya….
Apakah itu keridhoan Allah ataukah itu cobaan. Aku bertanya
dan terus bertanya…
Dan aku pun merangkai mimpi kedepannya yang aku menaruh
keyakinan penuh bahwa semua permintanku akan dikabulkan-Nya. Aku bertanya dan
selalu bertanya…
Aku merangkai mimpi
ingin menjadi pengusaha, menjadi pemuda yang benar-benar pemuda yang bisa
memberikan keajaiban terhadap sekelilingku. Lalu aku menuliskannya dikertas
kecil dan itu aku tulis benar-benar dengan kesadaranku. Aku bertanya dan terus
bertanya….
Pertama, aku akan membuat bangunan mewah untuk orang tuaku
ketika aku berhasil nanti dan membawa mereka ke tanah suci dengan penghasilanku
sendiri.
Kedua, aku akan mengembangkan potensi-potensi yang ada
didesa tercintaku, aku akan membangun kantor. Yang mana kantor tersebut
dipenuhi dengan sahabat sahabatku. Itu bukan berarti aku menjadi raja diantara
mereka, tapi aku ingin kami bisa membangun sebuah persatuan yang kokoh dan maju
bersama-sama demi membuktikan bahwa KAMI BISA.
Ketiga, aku ingin mendirikan kantor les computer, yang mana
kantor tersebut dihiasi dengan keriangan, tidak ada ketegangan.
Keempat, aku mendirikan kantor yang fleksibel, yang mana kantor
tersebut diisi dengan pengajian ilmu agama, les bahasa inggris, les bahasa dan
tata tata krama. Karena sekilas aku pulang kampong, bibit ketakraama sangat
kurang diperhatikan. Apakah aku so’ tahu atau apa, yang jelas sepintas aku
melihat seperti itu. Aku bertanya dan selalu bertanya…
Diperjalanan, aku seakan dipaksakan untuk merangkai mimpi
kembali. Aku diharuskan untuk menuliskan membuat sebuah koperasi, yang mana
dalam koperasi tersebut bernuansa pertolongan dan pemberian modal usaha kepada
masyarakat. Aku sangat bangga waktu itu, ternyata ada sahabat yang seolah-olah
sejalan dengan jalan yang aku rintis. Aku bertanya dan terus bertanya….
Dalam waktu bersamaan, aku dikenalkan dengan namanya CINTA. Padahal
waktu itu aku telah berjanji aku tidak akan mengenal yang namanya cinta. Sebab apa,
karena aku pernah terjerumus yang namanya cinta, aku menangis waktu itu. Aku tidak
ingin mengenal cinta. Akue bertanya dan selalu bertanya…
Ternyata tidak. aku masih tetap dihadapkan oleh yang maha
agung terhadap yang namanya cinta. Dan orang itu sahabatku sendiri. Aku selalu
berkata tidak…tidak….tidak… tapi ternyata itu hanya lidahku, tapi pikiran hati
dan perasaanku tetap menyebutkan AKU CINTA..aku bertanya dan terus bertanya…..
Hari-hariku kelabu. Ketika aku merasa aneh, aku selalu
mengatakan padanya utamakan kejujuran, meskipun menyakitkan, aku ingin
kejujuran. Ia mengatakan kepadaku “iya”. Aku percaya dan seharusnya aku
percaya, karena dia merupakan soso wanita yang aku harus percaya. Aku bertanya
dan terus bertanya ya Allah…
Bagaikan air mengalir dan jatuh ketinggian yang sangat begitu tinggi. Perasan
yang aku tahan tidak lagi terbendung. Aku hilang kendali. Aku hanya bisa
berkata jujur..jujur…jujur darinya. Agar aku bisa tertahan. Dia tetap berkata “iya”
kepadaku. Sehingga waktu itu aku tidak menyadari bahwa perbuatanku padanya
telah melebihi batas ambang persahabatan..aku bertanya dan terus bertanya….
Ketika aku tersadar aku berlebihan. Aku mencoba menjauh. Tapi
aku seakan tidak bisa. Aku paksakan untuk terus menjauh, tapi hatiku tidak bisa
ya Allah, aku menangis dan apakah pantas
aku menangis. Aku bertanya dan terus bertanya…
Aku pernah menangis karnanya, dan apakah aku harus menangis
kedua kalinya karenanya. Aku tidak sanggup. Karena aku telah berjanji, aku
tidak akan menangis karena cinta. …
Mengapa aku memperhatikannya lebih dari aku memperhatikan
sahabat-sahabatku yang lainnya. Mengapa aku
berlebih-lebihan.aku sadar itu, tapi aku tetap saja tidak bisa mengendalikan
hal tersebut. Aku tetap berlebihan. Ya Allah. Aku bertanya dan terus bertanya…
Ketika aku semakin sadar, aku sholat kiamullail, malam
pertama aku menagis menghadap-Nya. Aku sangat berharap, aku ingin cinta ini
berlabuh kepada cinta suci. Dan aku juga
tersadar, cintaku saat ini hanya tertuju padanya. Aku memohon agar Allah member
jawaban yang terbaik. Meskipun sakit bagiku, jika yang terbaik untuk-Mu ya Rab,
hamba ridho…aku bertanya dan terus bertanya…
Pagi harinya aku membuka laptop, tapi mengapa hari ini hari
yang aneh bagiku, mengapa jariku, pikiranku tergerak untuk membuka blognya..
aku membukanya dan membacanya. Pertama aku tersenyum, kedua aku akesal dan
jantung berdebar sakit, ternyata ia ada menaruh sejarah dan masih berperasaan
pada seseorang di jauh nun sana. Aku bertanya dan terus bertanya…
Dibagian berikutnya, dia mengomentar tentang diriku dan
mengapa aku sangat yakin bahwa itu adalah aku. Aku menangis. Bukan aku menangis
karena sakit. Tapi menangis karena bahwa ternyata aku memang bodoh. Tidak bisa
memegang janji. Ternyata aku seorang yang murahan…”mengapa ini tidak terungkap
lebih awal”. Padahal aku telah selalu mengingatkan, jujur kepadaku, meskipun
itu menyakitkan…..
Azan berkomandang. Aku whudu’…dan baru aku tersadar. ITULAH
jawaban Allah kepadaku, waktu aku ingin hubungan yang terbaik dengannya, aku
yakin inilah yang terbaik antara aku dengan dia. Aku terus bertanya….
Ternyata air mataku jatuh kedua kalinya dan tertuju pada
orang sama. Aku amat teramat sayang. Dan aku putuskan aku harus menjauh bahkan
pergi sampai perasan itu benar-benar hilang dari benakku. Tapi apakah bisa. Aku
ragu itu. Aku sambil menangis aku mengetik. Iya ya Allah aku yakin pada-Mu.
Hari ini, aku berjanji akan menjadi seperti awal aku kulyah,
aku tetap dengan diriku, membangun sebuah istana keberhasilan. Aku pastikan,
hatiku akan bebas dari yang namanya cinta. Dan aku tidak akan pernah melukan
janjiku bahwa akan tetap DENGANMU…meskipun 99% aku tidak yakin itu akan
terwujud.
Sekarang aku tertawa, air mata ini, kan ku tanggung sendiri.
Biar penuh duri ku yakin inilah yang terbaik.
Akah cuplikan diatas akan menghilangkan harapan dan
cita-citaku, jawabnya tidak…aku akan menghapus dipoin yang terakhir dan kembali
pada poin awalku. Karena aku yakin, poin yang terakhir Allah masih belum ridho.
“law of attraction”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar